Sabtu, 25 Juni 2016
Curhatan 1 "Bagaimana mereka memandangku?"
16.24
Jadi ceritanya tadi ada sosialisasi dari suatu perguruan tinggi , bukannya mendengarkan pembicara didepan malah curhat dan diskusi berdua dgn temen yang berada disamping tempat saya duduk. Topik dan masalah yg dibahas sebenarnya ada lebih dari satu bhkan tumpang tindih yg brujung kesalah satu yg khusus paling bnyak diobrolin, tentang jika disuruh milih jurusan apa diantara beberapa pilihan salah satu yg tidak saya ambil adalah BK , alasannya karena saya pernah dipanggil ke ruang BK. Awalnya saya biasa" saja, yah merasa tidak punya masalah ataupun berbuat hal yg salah, mngkin karena dari penglihatan seorang guru saya seperti anak yang sedang bermasalah.Dan saat diruangan itu ternyata saya diberitahu bahwa saya memenangkan suatu angket, woW..
bukan yang membanggakan melainkan yang membuat bertanya-tanya "Apa salah saya?". Kenapa teman-teman dikelas mayoritas menjatuhkan pilihannya terhadap saya?, dari 34 siswa apakah saya dimata mereka yang paling buruk? atau memang hanya diri saya?. Sebenarnya hal ini tak ingin saya bahas di media sosial,dan sdh berniat memendamnya tanpa mempermasalahkannya lagi, menjadikannya sebuah teguran bahwa jangan kepedean lu , nganggep org lain temen baik blum tentu mereka juga melakukan hal sama, bhkan bisa jadi mereka tidak memperdulikanmu, karena kamu seorang yang pendiam tidak banyak hal berubah tanpa kehadiranmu, saat menanyakan ke seorang teman pun tentang apabila saya mati , apa perasaannya ku ingin tahu, tapi balasannya dgn cuek bilang "biasa saja",terkejut sambil menanyakan lagi kenapa jahat sekali jawabannya?, dijawab "karena semua orang pasti mati" , ahh yah tahulah tapi setidaknya apa dirinya tidak bisa mengingat kenangan tentang saya?, saat dgn harmonisnya berchuunibyu ngomongin atau bolak balik nagih minta kartun untuk tontonannya. Walaupun begitu,balasanku berlawanan dgnnya. "kalau aku akan sedih jika dirinya mati." Kembali kepembahasan sebelumnya untuk kemenangan angket sudah tahukan itu bukan hal yang baik, malah sedikit menyakitkan saat diberitahu, ditambah keterangannya itu karena Saya TERLALU pendiam. Terdengar konyol bagi saya, karena saya sendiri tidak merasa bahkan saya cukup sering mengobrol dgn teman disekitar tempat duduk saya, bahkan yang menegur dan memulai obrolan(bahas anime) adalah SAYA.
Langganan:
Postingan (Atom)
